BACKUP DAN RECOVERY WINDOWS 10 MENGGUNAKAN EASEUS TODO BACKUP

Hardisk terformat hingga tiada data bersisa. Momok yang menakutkan untuk pengguna komputer. Recovery tanpa backup beresiko data cacat. Kadang instalasi dan konfigurasi system & boot partition untuk sebagian orang membutuhkan data internet dan waktu serta pikiran. Kadang bukan soal ribet, tapi lisensi. Sistem operasi sejuta umat (windows) bukanlah sistem operasi yang murah untuk mendapatkan lisensinya. Sekali kenapa-kenapa bisa hangus lisensi. Melayang jutaan rupiah. Bajak haram. Kerja dengan alat haram nggak bisa dibilang halal hasil pendapatannya. Dimakan diri sendiri, keluarga, jadi makanan haram. Jadi daging nggak berkah.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Backup merupakan langkah pencegahan yang lebih mending daripada setelah data terhapus semua atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baru kita terpikr “coba tau, waktu itu dibackup dulu”.

Berikut langkah-langkah backup. Windows 10.

Panduan ini dilakukan dengan kondisi PC sebagai berikut:
– Hardisk dua buah.
– Hardisk 1 SSD. Untuk “C:”, System & hasil backup.
– Hardisk 2 HDD. Untuk data.

Requirement:
1. EaseUS Todo Backup 9.2 (Backup & Restore Software).

Sebelum backup:
1. Install Windows 10 original, update jika ingin.
2. Install WinRAR, Power ISO, Smadav, Driver PC.
3. Install EasUS.
4. Masuk ke “Disk Management”: Super+E -> Klik kanan “This PC” -> “Manage” -> “Storage” -> “Disk Management”.
5. Sisihkan 7,8 GiB dari partisi “C:” dengan cara klik kanan, “Shrink Volume”.

6. Sudah disisihkan, maka akan ada “unallocated space”. Bikin partisi baru. Klik kanan -> “New Simple Volume”.

7. Kasih nama “Backup Windows 10” atau apalah terserah. Hasil backup akan di taruh pada partisi ini.
8. “Shrink” lagi “local disk C:”. Tapi sisakan sedikit freespace untuk “local disk C:” bernafas.
Klik kanan -> “Shrink Volume”.

Itu default-nya. Sisakan untuk “C:” sedikit.

lalu “Shrink”.

Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kekurangan space. Karena kalau area kosong recovery-nya kurang, tidak bisa di-recover. Sedang jika area kosongnya lebih, “C:” masih bisa di gabung (Extend) dengan unallocated space. Tanpa harus format partisi. Cara gabungnya klik kanan “C:” lalu “Extend”.

Backup:
1. Buka EaseUS.
2. “Disk/Partition Backup”, klik.
3. Pilih “Local Disk C:” (tempat boot, page file, crash dump, primary partition) dan “Free Space”-nya (tempat system & juga primary partition-nya. Kalau di ubuntu semacam swap area)

4. Tentukan destinasi & nama file backup-nya. Destinasi backup yang ini ditaruh di hardisk data saja, jangan di SSD/system.

5. “Proceed”.

6. Tunggu sebentar.

7. Setelah selesai, pergi ke folder hasil backup

8. Copy-paste ke partisi “Backup Windows 10” tadi, yang lokasinya di hardisk yang sama dengan system. Tapi yang sebelumnya jangan dihapus.
Kenapa? Karena masalah lokasi file backup untuk recovery yang butuh dua tempat. Dalam dan luar hardisk system.

Untuk recovery dari kondisi masih pada desktop, hanya bisa dilakukan jika data backup yang mau di-recovery diletakkan di hardisk selain hardisk system (dalam percobaan ini).
Sedang untuk recovery dari kondisi boot, hanya bisa dilakukan jika data backup yang mau di-recovery ada di hardisk yang sama dengan partisi “local disk C:”.

Jadi memang harus 2 file backup. Satu di hardisk yang sama dengan partisi system, satunya lagi di hardisk lain.

9. Proses Backup telah selesai. Jika ingin mengabadikan ke DVD, bisa menggunakan winrar dan bagi menjadi dua file.


Menggabungkan kembali “C:” dengan “unallocated space” tanpa mengganggu data
1. Buka “Disk Management”.
2. Klik kanan “C:”, “Extend Volume”.


Restore
1. Buka EaseUS, Recovery.

2. Pilih “C:” saja.

3. Akan disarankan untuk recover system juga. “OK”.

Mengapa tidak diseleksi di awal saja? karena kalau diseleksi di awal, pada proses selanjutnya partisi yang akan dijadikan tempat restore tidak bisa dipilih satu-satu. Melainkan langsung dihapus satu hardisk. Dihapus satu hardisk-nya tidak masalah. Masalahnya nanti kalau sudah reboot, dan proses restore, proses tidak bisa dilanjutkan karena file backup yang buat jadi bahan restore ada di hardisk yang sama dengan system walaupun partisi beda. Mau ditaruh di hardisk lain tidak bisa terbaca setelah reboot itu. Yang bisa dibaca hanya partisi yang ada dalam hardisk yang sama dengan “C:” atau system.

4. Pilih “C:” untuk dijadikan tempat restore.

5. Reboot.

6. Setelah booting, recovery.

7. Image yang tadi (di hardisk lain), sudah tak terdeteksi lokasinya. Pilih manual.

8. Pilih *.pbd untuk di-restore

9. Pilih “C:” saja. System nanti otomatis ngikutin.

10. “OK”. EaseUS sarankan partisi system & boot barengan di-recover.

11. Pilih “C:” saja untuk di-restore.

12. “OK”. Hardisk bakal di format -> timpa file backup.

13. Tunggu proses recovery selesai.

14. Finish.

15. Close

16. Done


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s